Search
Generic filters
Exact matches only
Filter by Custom Post Type

Mereka yang Memperjuangkan Aborsi di Indonesia

0
0
4 months ago
Bicara - Mereka yang Memperjuangkan Aborsi di Indonesia

Aborsi masih menjadi topik panas. Dengan semakin menyebarnya pergerakan feminisme di tataran global, perjuangan untuk melegalisasi aborsi semakin gencar dilakukan. Hal ini tidak mengherankan mengingat aborsi merupakan salah satu kunci perjuangan perempuan karena menyangkut hak otonomi tubuh dan kesehatan reproduksi.

Perjuangan hak untuk aborsi aman dan legal ini tidak hanya dilakukan oleh para perempuan di negara-negara barat saja. Meksiko, Argentina, bahkan Korea Selatan adalah contoh negara-negara non-Barat yang memperjuangkan aborsi legal dan aman. 

Bicara - Mereka yang Memperjuangkan Aborsi di Indonesia
Sumber: Pexels

Sayangnya sentimen ini tidak diikuti oleh Indonesia; survei yang dilakukan oleh Tirto tahun 2016 menunjukkan 89% masyarakat Indonesia tidak mendukung aborsi dalam bentuk apapun. Alasan-alasan keagamaan sering digunakan oleh orang-orang yang menolak aborsi. Aborsi, bagi mereka, lekat dengan tindakan pembunuhan dan amoral.

Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada kelompok perempuan yang memperjuangkan aborsi. Kelompok-kelompok tersebut adalah PKBI dan Samsara. Di Yogyakarta, dua kelompok ini getol mengkampanyekan kesehatan reproduksi perempuan. Aborsi adalah salah satu materi kunci kampanye mereka. Samsara memiliki hotline yang bisa dihubungi perihal permasalahan reproduksi, sedangkan PKBI menjalankan klinik kesehatan reproduksi. Keduanya menjamin keselamatan dan keamanan identitas para kliennya, suatu hal yang masih belum dilakukan oleh pemerintah. 

Mereka tak hanya mengkampanyekan aborsi aman dan legal ke masyarakat, tapi juga menekan pemerintah untuk melegalkan aborsi. Hukum aborsi Indonesia dianggap sebagai hukum laki-laki yang dibuat untuk tidak berpihak kepada perempuan dan sangat rentan untuk disalahgunakan. Prosesi birokrasi untuk mendapatkan aborsi yang terhitung menyulitkan dan jangka waktu yang teramat pendek juga dikritik.

Perjuangan PKBI dan Samsara tentu saja mengalami banyak halangan. Masyarakat kita yang semakin religius yang menentang aborsi apapun alasannya adalah salah satunya. Politikus pun banyak yang enggan memperjuangkan ini karena dianggap tidak populer dan malah menurunkan elektabilitas mereka.

Perjuangan untuk melegalkan aborsi – dan hal-hal lain yang menyangkut kesetaraan perempuan memang masih panjang, tapi setidaknya perjuangannya sudah dimulai.

Kalau menurutmu sendiri bagaimana? Apakah kita harus melegalkan hukum aborsi aman dan legal yang bisa diakses semuanya atau tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *