Search
Generic filters
Exact matches only
Filter by Custom Post Type

Bicara 3.0 Forums b-fashion & beauty Dasi Sebagai Aksesoris

This topic contains 1 voice and has 0 replies.
1 voice
0 replies
  • Author
    Posts
  • #23885
    sakakibaryosakakibaryo
    Participant

    Kita sudah membahas tentang dresscode untuk pergi ke kantor. Mari kita bahas salah satu elemen spesifik dalam dresscode kantoran yang formal, yaitu dasi. Tetapi kita tidak akan membahas dasi dalam konteks formal atau casual, karena dasi sebagai sebuah aksesoris, dapat dipakai dalam bermacam segala tingkat formalitas.

    Dasi atau neckwear secara umum sudah dipakai oleh orang eropa sejak berabad – abad yang lalu dalam bentuk cravat atau ascot. Dasi ini secara sejatinya memang tidak punya fungsi sama sekali dan hanya menjadi aksesoris komplementer pakaian saja. Modern ini, dasi bisa terbuat dari bermacam – macam material, dari sutera, velvet, katun, wol, hingga bahan sintetis seperti polyester. Bentuk dasi juga bermacam – macam, yang paling umum ditemukan adalah dasi panjang, knitted tie atau dasi rajut, dan bowtie atau dasi kupu – kupu. Adapula cravat atau ascot namun sangat jarang ditemukan di Indonesia.

    Dasi panjang yang sudah tidak asing lagi adalah dasi yang paling umum ditemukan. Dari yang harganya ratusan ribu hingga hanya sepuluh ribu saja, dari yang berwarna – warni hingga yang bermotif unik dan aneh. Kebanyakan dari dasi panjang memang lebih cocok untuk situasi formal. Sementara dasi rajut justru tidak cocok untuk situasi formal karena tekstur dan material yang dipakai, dasi seperti ini jauh lebih bagus untuk pakaian casual. Pada umumnya, dasi kupu – kupu juga dikaitkan dengan pakaian formal seperti tuxedo. Tetapi apabila terbuat dari bahan, tekstur, serta motif yang tepat, dasi kupu – kupu juga bisa dipakai untuk pakaian casual.

    Beberapa orang tidak menyukai dasi dengan berbagai macam alasan. Dari sekedar gerah atau menganggu karena dasi berayun kesana – kemari dan bisa menghalangi gerakan tangan. Dasi panjang juga kadang bisa terjatuh ke dalam minuman atau makanan yang membuatnya kotor dan secara umum dirasa tidak praktis. Biasanya orang – orang ini juga tidak terlalu memikirkan soal dasi yang mereka pakai. Sering mereka hanya memakai warna hitam, merah, atau biru saja.

    Sementara, terdapat pula orang – orang yang senang memakai dasi, bahkan mengkoleksi dasi. Mereka menganggap dasi sebagai aksesoris dapat mewakili kepribadian mereka. Ada yang suka memakai dasi dengan warna pastel seperti pink atau kuning, dan ada yang memakai dasi dengan motif unik seperti tokoh kartun atau bahkan motif batik. Mereka yang hobi memakai dasi kupu – kupu, apalagi yang harus diikat sendiri, biasanya jauh lebih nyentrik dalam berpakaian. Dasi kupu – kupu mereka bisa terdiri dari bermacam warna dan motif untuk seperti polka dot atau garis – garis dengan warna yang mencolok.

    Dasi memang hanyalah sebuah aksesoris tanpa fungsi praktis dan hanya berfungsi sebagai pemanis pakaian anda. Banyak yang tidak menyukainya, banyak pula yang menggemarinya. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu suka dengan dasi? Apabila kamu suka mengoleksi dasi, dasi seperti apakah yang jadi favoritmu?

    1+
topic tags

You must be logged in to reply to this topic.