Search
Generic filters
Exact matches only
Filter by Custom Post Type

Bicara 3.0 Forums b-speak! Berita Duka dari Pemilu 2019

This topic contains 1 voice and has 0 replies.
1 voice
0 replies
  • Author
    Posts
  • #23882
    Avatarpostcapital
    Participant

    Pemilu bisa saja baru selesai beberapa hari yang lalu, tapi bukan berarti keributan yang dihasilkannya langsung berhenti begitu saja. Masih ada banyak hal yang membuat geger, seperti penyelenggaran pemilu oleh KPU yang dianggap kacau baik karena bencana alam maupun kelalaian panitia KPPS, menyindir dan mengkambinghitamkan pemilih golput oleh kedua pendukung kubu, hingga kontroversi deklarasi kemenangan Prabowo sebanyak tiga kali.

    Dari semua permasalahan tersebut, hal yang paling menyedihkan dari pelaksanaan pemilu ini adalah banyaknya korban yang jatuh dari pelaksanaan pemilu. Setidaknya panitia KPPS dari Solo, Karawang, Sleman, Bogor, dan masih banyak daerah lainnya meninggal setelah menyelesaikan tugas – entah karena pingsan lalu meninggal, serangan jantung, atau bahkan kecelakaan karena kelelahan.

    Aksi para panitia KPPS dalam menjalankan tugasnya awalnya dirayakan oleh warganet dengan sukacita. Pengguna Twitter, Facebook, dan Instagram Indonesia berbondong-bondong membagikan foto-foto serta cerita perjuangan para panitia KPPS yang melawan medan alam untuk mengantarkan kotak suara dan surat untuk pemilu. Nadanya kerap kali sama, merayakan aksi heroik mereka yang berperan besar dalam pesta demokrasi terbesar Indonesia.

    Sehari setelah pemilu dilaksanakan, berita-berita akan kematian panitia KPPS mulai bermunculan di media sosial dan TV. Akibat kematian mereka rata-rata sama: kelelahan karena diforsir bekerja lebih dari 24 jam dengan jam istirahat pendek dan beban stress yang tinggi. Kematian mereka membuat banyak orang tertegun dan sedih. Tapi tak sedikit pula yang merayakan kematian – atau lebih tepatnya kerja keras – mereka sebagai pengorbanan kepada bangsa atau yang lebih menyedihkannya lagi, menggunakannya sebagai cara menyindir orang-orang yang memilih lawan politiknya atau golput.

    Kematian panitia KPPS justru harusnya menjadi tamparan keras bagi KPU, pemerintah, dan juga kita sebagai masyarakat Indonesia. Pelaksanaan pemilu yang dipadatkan dalam satu hari, sedikitnya panitia dan relawan yang direkrut, ribetnya pendaftaran pemilu, dan masih banyak hal lainnya berkontribusi dalam kematian mereka. Seharusnya hal-hal seperti ini bisa dihindari, seperti dengan mempekerjakan lebih banyak relawan. Kita juga seharusnya bisa lebih menghormati kematian orang lain dengan tidak menggunakannya sebagai contoh bahwa pilihan politik kita lebih baik daripada orang lain.

    0

You must be logged in to reply to this topic.