Search
Generic filters
Exact matches only
Filter by Custom Post Type

Apa Saja Konsekuensi Menikah Muda

0
0
4 weeks ago
Apa Saja Konsekuensi Menikah Muda

Umur rata-rata pernikahan dunia semakin meningkat. Laporan OECD tahun 2018 menunjukkan rata-rata pernikahan di negara-negara OECD turun dari 7-10 pernikahan per 1000 orang di 1970 ke 4,8 pernikahan per 1000 orang di tahun 2017. Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh negara maju saja, tapi juga negara berkembang, seperti Thailand.

Bicara - Apa Saja Konsekuensi Menikah Muda
Sumber: Pexels

Ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini. Meningkatnya biaya hidup tanpa diiringi gaji yang setimpal, keinginan untuk melanjutkan studi, tidak ingin melepaskan kebebasan, merasa belum mapan adalah sebagian alasan yang sering diungkapkan oleh para anak muda yang belum – atau bahkan enggan – menikah.

Namun tren menunda pernikahan sayangnya tidak berlaku di Indonesia. Meningkatnya tingkat religiusitas, gencarnya dakwah menikah muda, hingga munculnya gerakan Indonesia Tanpa Pacaran membuat tingkat pernikahan muda meningkat. Sayangnya dakwah-dakwah ini hanya menceritakan sisi positif dan menyenangkan dari pernikahan. Padahal nikah kan tidak selamanya bahagia, ya enggak?

Lalu apa saja permasalahan yang menghampiri pasangan yang menikah muda?

Secara emosi belum dewasa

Salah satu permasalahan yang sering dibawa adalah permasalahan emosi. Anak-anak muda yang baru selesai puber biasanya masih meledak-ledak dan belum mampu mengontrol emosi dengan baik. Emosi yang meledak-ledak ini, apabila tidak diatur, bisa mengarah ke kekerasan rumah tangga.

Secara ekonomi belum mapan

Permasalahan lainnya yang tak kalah penting adalah permasalahan ekonomi. Ustadz-ustadz yang menyarankan anak muda untuk segera menikah biasanya menyatakan rezeki akan datang ke mereka setelah menikah. Padahal di masa ekonomi sulit seperti ini, yang namanya rezeki harus dicari setengah mati. Permasalahan ekonomi juga merupakan pemicu utama permasalahan rumah tangga dan menjadi salah satu alasan gugatan cerai terbanyak.

Belum mengenal pasangan terlalu jauh

Pasangan yang menikah muda biasanya mendapatkan pasangannya lewat prosesi ta’aruf. Prosesi ini biasanya hanya memakan waktu 3-6 bulan atau bahkan kurang. Dalam jeda waktu sesingkat itu tentu belum bisa mengenal perangai pasangan dengan baik. Hal ini tentunya bisa memicu konflik dan ketidakcocokan yang bisa mengarah ke perceraian.

Tentu saja tidak semua orang yang memutuskan untuk menikah muda mengalami hal-hal yang dituliskan di atas. Ada yang beruntung sudah mapan atau mendapatkan pasangan yang pengertian dan dewasa, tapi kebanyakan tidak seberuntung itu. Jadi, bagaimana menurutmu tentang fenomena menikah muda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *